Danramil 09/IV Koto, Letda Inf Firdaus, menghadiri kegiatan Rapat Respon Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat IV Koto, Kabupaten Agam, sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit campak di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat IV Koto, Bapak Subhan, dan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, antara lain perwakilan Kapolsek (Kanit Binmas), Dinas Kesehatan Kabupaten Agam (Ibu Rini Harpega), Kepala KUA IV Koto, Kepala Puskesmas IV Koto, Wali Nagari dan Wali Jorong se-Kecamatan IV Koto, serta para kepala sekolah dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA sederajat di wilayah IV Koto.
Dalam pemaparannya, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Ibu Rini Harpega, menekankan bahwa pencegahan campak yang paling utama adalah melalui imunisasi lengkap dan tepat waktu, khususnya vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella) yang tersedia di fasilitas kesehatan terdekat.
Selain imunisasi, langkah-langkah pencegahan lain juga harus dilakukan, antara lain:
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Meningkatkan daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, cukup cairan, dan istirahat.
Isolasi penderita campak guna memutus rantai penularan.
Penggunaan masker oleh penderita dan pengasuh untuk mengurangi penularan melalui droplet udara.
Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang terinfeksi.
Kepala Puskesmas IV Koto dalam penyampaiannya juga menegaskan pentingnya imunisasi massal sebagai salah satu strategi utama dalam mengatasi penyebaran virus campak dan rubella di masyarakat.
Imunisasi massal sangat penting untuk memutus mata rantai penularan. Namun kegiatan ini tidak akan efektif tanpa adanya dukungan dari seluruh elemen, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, serta media massa, jelasnya.
Beliau juga mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi dalam mengikuti jadwal imunisasi anak, serta mengajak orang tua untuk tidak menunda imunisasi karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.
Seluruh peserta rapat sepakat bahwa dalam penanggulangan KLB campak ini dibutuhkan sinergi lintas sektor serta dukungan dari media, baik cetak maupun elektronik, guna menyebarluaskan informasi kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah terpencil dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Disisi lain Letda Inf Firdaus menyampaikan komitmen TNI melalui Koramil 09/IV Koto untuk mendukung seluruh program pemerintah dalam bidang kesehatan masyarakat.
Koramil siap mendukung pelaksanaan imunisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah binaan. Ini adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa, ujarnya